Aku masih disini, masih ditempat yang sama dimana aku selalu
memperhatikanmu, menatap indah setiap senyum yang terlukis di bibirmu. Yaah..
beginilah aku.. aku hanya bisa sampai di batas ini. Batas yang memisahkan
antara kau dan aku..
Terkesan seperti pengecut, yang bersembunyi dibalik
persembunyiannya, mungkin seperti itu perumpamaan yang pas untuk aku & untuk kisahku..
Dia hanya terlalu indah untuk ku miliki, dia seperti cahaya
yang selalu menerangi hari ku. Aku tak ingin rasa ku ini memudarkan senyuman
indahnya. Aku hanya ingin menjadi orang yang bisa terus memujanya walau
keberadaan ku tak pernah ia sadari
Memendam rasa, hanya akan membuat sengsara tapi tidak untuk
ku. Aku bersyukur bisa terus ada di sisinya walau hanya sebatas “teman biasa” tapi
itu sudah cukup untukku
Ada segelintir pengharapan saat aku terus memujamu,
segelintir harapan agar kau menganggap keberadaan ku, tapi itu hanya nafsu ku. Nafsu
ingin memilikimu
Aku tau tanpa berucap “aku cinta padamu” kau bisa merasakan
cinta dan kasih ku dari setiap gerak gerik ku. Aku tau tiap sorot mata mu
mengisyaratkan bahwa kau peduli pada ku
Tapi kita tak pernah saling mengungkapkan rasa, bibir kelu
tak mampu berucap. Saling merindukan
tapi tak mampu untuk saling bersentuhan. Aku tak mampu ucapkan rindu & tak
berdaya ungkapkan rasa yang ada.
Bukan penolakan yang aku takutkan tapi yang paling aku
takutkan adalah kehilangan senyuman indah yang selalu menghiasi hari hari ku.
Dan inilah kisah kita, tak pernah ada awal & tak pernah
ada akhir
Aku akan selalu menjadi pemujamu, menikmati indahnya
senyuman yang terlukis di bibirmu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar